Berita » Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Menggelar Gerakan Nasional Deteksi Dini Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks Dan Payudara

Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Menggelar Gerakan Nasional Deteksi Dini Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks Dan Payudara

Wednesday, 11 October 2017

SEMARANG – Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang menyebabkan kematian tingkat teratas pada wanita dibandingkan jenis kanker lainnya. Rendahnya kesadaran masyarakat, terutama kaum wanita usia subur terhadap deteksi dini penyakit kanker serviks dan payudara, mengakibatkan angka kasus penyakit ini masih cukup tinggi di Indonesia. Hal tersebut terjadi akibat masih minimnya pengetahuan wanita yang belum mengetahui apa penyebab, faktor risiko, dan  deteksi dini terhadap penyakit mematikan tersebut.

Kejaksaan Agung  RI, Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Pusat, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng dan Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Wilayah Jawa Tengah mempelopori gerakan nasional deteksi dini wanita Indonesia bebas Kanker Serviks dan Payudara.

Langkah nyata dengan menggelar Bakti Sosial (Baksos) berupa test inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) atau pemberian pencegahan dini penyakit kanker serviks dan sadanis gratis.

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro Semarang di aula gedung lt 6 Kantor Kejati Jateng Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (10/10).

Hadir dalam acara ini Ketua Umum IAD Pusat Ros Ellyana Prasetyo didampingi Ketua IAD Jateng Lis Sugeng Pudjianto, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng dan  Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Seamrang Susi Herawati.

(okberita.com/mukti/hen)

Ketua IAD Pusat yang juga istri Jaksa Agung Ros Ellyana Prasetyo mengatakan, deteksi dini membantu untuk mengambil langkah pencegahan ataupun pengobatan jika diketahui ada gejala kanker serviks dan payudara. Kegiatan ini bukti wujud kepedulian lembaga Adhyaksa terhadap kesehatan masyarakat,khususnya wanita dari bahaya kanker serviks dan payudara.

“  Kami bersyukur kesadaran masyarakat akan pentingnya memeriksakan diri terus meningkat. Terbukti banyaknya masyarakat yang mengikuti baksos pemeriksaan gratis seperti di Medan sebanyak 2200 orang, di Jatim 2500 orang lebih,” kata Ros.

Langkah penting yang harus dilakukan dengan memeriksaan diri setiap tahun,sehingga mengetahui apakah kita terkena gejala kanker. Pemeriksaan kanker serviks untuk tiga tahun pertama setiap tahun diperiksa, jika nantinya telah dinyatakan bersih diperiksa kembali 5 atau 10 tahun.

“ Dari Ibu yang sehat akan terlahir anak-anak yang sehat, namun jika Ibu yang tidak sehat anak-anak tidak akan menjadi lebih baik, ” ujarnya.

Peduli Masyarakat

Menurutnya kepedulian lembaga Adhyaksa itu telah dilakukan sejak tahun 2015 hingga saat ini mulai dari pemeriksaan IVA, sunatan masal, juga memberikan santunan setiap tahun. Pihaknya berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat agar bersedia untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara.

“ Dengan begitu nantinya penyakit itu dapat dicegah secara bersama-sama dalam mewujudkan wanita Indonesia bebas kanker. Kami mengapresiasi Dinkes Jateng, RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, serta pendukung acara lain yang turut membantu pemeriksaan kesehatan ini,” ujar dia.

Kajati Jateng Sugeng Pudjianto mengatakan, terdata ada sekitar 550 ibu-ibu yang mengikuti pemeriksaan di kantornya.

“Kalau biasanya kami memberikan layanan penegakan hukum, kali ini menggelar bakti sosial yaitu pemeriksaan IVA tes dan sadanis gratis. Pemeriksaan ini tujuannya agar ibu-ibu bisa sehat, tambah segar, dan semakin semangat menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Sugeng disela-sela pemeriksaan gratis.

Bukan hanya di kantor Kejati, jajarannya di Kejari-Kejari se-Jateng juga menggelar pemeriksaan serupa serempak di bulan Oktober ini.

Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang Susi Herawati mengungkapkan rumah sakitnya mengerahkan dokter spesialis, umum, dan bedah. Melibatkan 10 dokter spesialis, 10 bidan, dan 12 perawat.

“Pemeriksaan ini tidak sembarangan, (dokter ) harus punya sertifikat khusus. Jadi, jangan ragu-ragu memeriksakan ke dokter, itu sudah menjadi kebiasaannya,” katanya. Ia pun berpesan agar kaum perempuan bisa menjaga kesehatan supaya tidak terserang kanker serviks atau payudara. Jika ada benjolan di payudara agar segera dikoordinasikan.



Berita Lainnya
Wednesday, 07 February 2018

KEJATI JATENG MELAKSANAKAN PROGRAM JAKSA MENYAPA PADA LPP RRI SEMARANG

Semarang - Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi sepanjang tahun 2017 telah menangani sekitar 1800 perkara, meliputi 57 kasus korupsi dan banyak kasus yang masih dalam proses penyel...
Friday, 19 January 2018

LAUNCHING PROGRAM DIALOG INTERAKTIF “JAKSA MENYAPA” DAN MOU ANTARA KEJATI JATENG DENGAN RRI SEMARANG, SURAKARTA, PURWOKERTO

SEMARANG – Program baru produk Kejaksaan Republik Indonesia bertajuk “Jaksa Menyapa” resmi dilaunching sekaligus diperkenalkan secara serempak kepada insan K...
Wednesday, 10 January 2018

...
Wednesday, 10 January 2018

...

PENCARIAN PERKARA

 

TAUTAN

 
 
 
 

STATISTIK PERKARA

 

STATISTIK JAKSA & PEGAWAI

 

RENJA KEJAKSAAN RI

 

RENJA KEJATI JATENG

 

BURONAN KEJATI

Jika Anda mempunyai informasi buronan ini, Anda dapat menghubungi:

+62-24-8413985