Berita » Anggaran Rp 44,5 M, Pengerukan Alur Pelayaran di Tanjung Emas Dikawal TP4D Kejati

Anggaran Rp 44,5 M, Pengerukan Alur Pelayaran di Tanjung Emas Dikawal TP4D Kejati

Thursday, 20 July 2017

Anggaran Rp 44,5 M, Pengerukan Alur Pelayaran di Tanjung Emas Dikawal TP4D Kejati


SEMARANG – Sub Tim 3 Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Jateng yang diketuai Kusmartono, melaksanakan monitoring progres kegiatan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas. Kegiatan meliputi pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Tahun 2017 (12/7).

Kegiatan yang dikawal TP4D Kejati Jateng ini menyerap anggaran Rp 44.518.000.000 dan waktu pelaksanaan 120 kerja. Terhitung dari 30 Mei 2017 sampai 26 September 2017. “Ada empat tujuan kegiatan pengerukan ini. Semuanya mempunyai manfaat yang baik bagi semua pihak,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sunarso.

Tujuan pertama, pemeliharaan kedalaman alur pelayaran untuk keselematan pelayaran. Agar Pelabuhan Tanjung Emas dapat dimasuki kapal dengan draft yang lebih dalam. Tujuan berikutnya agar kapal dapat keluar masuk secara bersamaan (dua jalur). Sedang yang terakhir adalah membantu kelancaran lalu lintas (trafic) kapal bongkar muat yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Emas.

“Panjang lokasi pengerukan 5.000 meter dan lebar 140 meter. Pengerukan yang kami kerjakan adalah pelebaran itu. Lebar sebelumnya 100 meter dan setelah pengerukan akan menjadi 140 meter,” ungkap Sunarso. Dikatakan, kelengkapan dan persyaratan data untuk kegiatan pengerukan tersebut sudah dilengkapi semua, termasuk yang terpenting adalah lokasi pembuangan lumpur dari pengerukan. “Area pembuangan tidak sembarangan, banyak syarat yang harus diketahui,” kata Sunarso.

Syarat-syarat lokasi pembuangan antara lain harus mempunyai kedalaman minimal 20 meter, jarak dari area pengerukan minimal 12 mil dan dilarang dibuang di area konservasi laut. “Untuk pemilihan jenis alat keruk kami memakai Trailing Suction Hopper Dregder (THSD),” kata Sunarso.

Alasan pemilihan THSD karena alat itu dapat bergerak sendiri, sehingga tidak mengganggu lalu lintas kapal di alur pelabuhan. Berikutnya THSD mempunyai kapasitas produksi yang besar, sehingga mampu untuk bekerja dengan target volume keruk yang banyak. Selanjutnya THSD cocok untuk jarak pembuangan area yang jauh dan THSD cocok untuk material yang lunak. “Dasar laut di Tanjung Emas materialnya lumpur, jadi sangat cocok menggunakan THSD,” tambah Sunarso.

“Untuk permasalahan yang kita hadapi cukup kompleks, tapi sudah kami beri solusi dan dijalankan,” kata Sunarso. Masalah itu antara lain faktor cuaca/gelombang tinggi, dan ini solusinya adalah masuk ke pelabuhan untuk berlindung. Masalah lalu lintas keluar masuk kapal, solusinya adalah koordinasi dengan kepanduan, pasang rambu. Masalah lokasi dangkal dan sedimentasi, solusinya adalah mengeruk dari bagian yang lebih dalam terlebih dahulu. Masalah kerusakan mesin kapal keruk, solusinya adalah ada cadangan suku cadang untuk penggantian onderdil dan perbaikan.

“Evaluasi kerja kami menggunakan tiga metode. Hydropro, VTS dan sounding. Hydropro adalah evaluasi posisi kerja di area keruk dan posisi kapasitas di area pembuangan. Jadi data di laporan setiap hari menggunakan perangkat lunak (software) hydropro,” ungkapnya. Kemudian, Vessel Traffic Services (VTS) atau monitoring posisi kapal keruk di VTS Distrik Navigasi Semarang. Data posisi dan pergerakan kapal dilaporkan setiap hari di VTS Distrik Navigasi Semarang. Terakhir sounding atau evaluasi keadaan permukaan laut dengan cara vertikal menggunakan alat tertentu dan diolah di software khusus.

Setelah mendengan paparan tersebut, Ketua Sub Tim 3 TP4D Kejati Jateng, Kusmartono mengatakan bahwa semua administrasi, khususnya kelengkapan dan persyaratan data dilampirkan selengkap mungkin. ‘’Jangan sampai ada yang tertinggal karena akan menjadi pegangan kita ke depan,” pesan Kusmartono



Berita Lainnya
Tuesday, 17 April 2018

Workshop mengenai Using Electronic Evidence in Terorism and Transnational Crime Cases di JCLEC Semarang

Melalui Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Priyanto, mengatakan kalau workshop tersebut merupakan tindak lanjut dari pembuatan MOU antara Kejaksaan Agung RI dan Australi...
Thursday, 29 March 2018

PENERANGAN HUKUM PADA STIKES TELOGOREJO SEMARANG

SEMARANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo yang terletak di Jl Tawangmas, Semarang Barat, menjadi tujuan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejaksaan Tinggi ...
Wednesday, 07 February 2018

KEJATI JATENG MELAKSANAKAN PROGRAM JAKSA MENYAPA PADA LPP RRI SEMARANG

Semarang - Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi sepanjang tahun 2017 telah menangani sekitar 1800 perkara, meliputi 57 kasus korupsi dan banyak kasus yang masih dalam proses penyel...
Friday, 19 January 2018

LAUNCHING PROGRAM DIALOG INTERAKTIF “JAKSA MENYAPA” DAN MOU ANTARA KEJATI JATENG DENGAN RRI SEMARANG, SURAKARTA, PURWOKERTO

SEMARANG – Program baru produk Kejaksaan Republik Indonesia bertajuk “Jaksa Menyapa” resmi dilaunching sekaligus diperkenalkan secara serempak kepada insan K...

PENCARIAN PERKARA

 

TAUTAN

 
 
 
 

STATISTIK PERKARA

 

STATISTIK JAKSA & PEGAWAI

 

RENJA KEJAKSAAN RI

 

RENJA KEJATI JATENG

 

BURONAN KEJATI

Jika Anda mempunyai informasi buronan ini, Anda dapat menghubungi:

+62-24-8413985